g

Kamis, 28 Juli 2011

16 indikator tipe kepribadian

16 Indikator Tipe Kepribadian PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
BurukTerbaik 

ISTJ
Serius, tenang, mencapai sukses dengan konsentrasi dan ketelitian. Praktis, teratur, senang pada fakta, logis, realistis, dapat diandalkan. Melihat segala sesuatu dapat diorganisasikan dengan baik. Bertanggung jawab. Punya pendirian sendiri tentang apa yang harus dicapai dan mengerjakannya dengan mantap tidak peduli pada protes atau gangguan.
ISFJ
Tenang, ramah dan teliti, Bekerja untuk memenuhi kewajiban.Memberikan stabilitas dalam bekerja dan proyek. Hati-hati dan akurat. Minat mereka biasanya bukan hal2 tehnis. Dapat bersabar dengan detil, setia, konsiderasi tinggi, perhatian pada perasaan orang lain.

INFJ
Sukses karena ketekunan, originalitas dan keinginan kuat untuk melakukan apa saja yang diperlukan. Memberikan yg terbaik dalam pekerjaan. Dihormati karena keteguhan hati pada prinsipnya. Biasanya diikuti dan dihormati karena kejelasan visi serta dedikasi pada hal-hal baik.
INTJ
Biasanya memiliki ide-ide original dan dorongan kuat untuk mencapai ide2nya dan tujuan2nya. Di bidang yang pas untuknya, dia akan punya kekuatan untuk mengorganisir pekerjaan dan melakukannya dengan atau tanpa bantuan.Skeptis, kritis, mandiri, menentukan dan kadang keras kepala. Harus belajar untuk mengalah pada hal-hal yang kurang penting untuk menang terhadap hal-hal yang lebih penting.
ISTP
Tenang, hati-hati, mengobservasi dan menganalisis hidup dengan rasa ingin tahu dari jauh dan humor2 yang tidak terduga. Biasanya tertarik dengan hubungan sebab akibat, bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi. Ketika mengorganisir sesuatu biasanya menggunakan prinsip-prinsip logis.
ISFP
Sensitif, ramah, tidak menonjolkan diri, rendah hati pada kemampuannya. Menghindari konflik, tidak memaksakan pendapat atau nilai2nya pada orang lain. Biasanya tidak mau memimpin tetapi menjadi pengikut yang setia. Seringkali santai menyelesaikan sesuatu, karena sangat menikmati apa yang terjadi saat ini.
INFP
Penuh dengan antusiasme dan kesetiaan, tapi jarang mengungkapkannya sampai mengenal betul orang yang diajak bicara. Peduli pada proses belajar, ide2, bahasa dan proyek2 mandiri. Cenderung untuk mengambil terlalu banyak, dan menyelesaikannya sebagian. Bersahabat, tetapi sering terlalu terlibat pada apa yang dilakukannya. Perhatian sedikit pada miliknya dan lingkungan sekitar.
INTP
Diam dan menahan diri. Menikmati hal2 yg teoritis dan ilmiah. Senang memecahkan masalah dengan logika dan analisis. Biasanya tertarik terutama pada ide2 dengan hubungan sedikit pada diskusi. Cenderung memiliki minat yang jelas. Membutuhkan karir dimana minatnya bisa berkembang dan bermanfaat.
ESTP
Baik dalam pemecahan masalah langsung/ di tempat. Tidak khawatir, menikmati apapun yang terjadi. Cenderung untuk menyukai sesuatu yang mekanistis dan olahraga, dengan teman berada di sampingnya. Mudah beradaptasi, toleran, pada umumnya konservatif tentang nilai-nilai. Tidak suka penjelasan terlalu panjang. Paling baik dalam hal-hal nyata yang dapat dilakukan.
ESFP
Outgoing, easygoing, mudah berteman, bersahabat menikmati banyak hal dan membuat masalah menjadi menyenangkan untuk orang lain karena dia menikmatinya. Senang olahraga dan membuat hal2 terjadi. Mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya dan ikut serta dalam kegiatan tsb. Lebih cepat ingat pada kejadian2 daripada teori2. Sangat baik dalam keadaan yang membutuhkan common sense dan ketrampilan praktis baik dengan orang2 maupun dengan benda2.
ENFP
Hangat, antusias, semangat tinggi,imaginatif, pandai menemukan penemuan baru. Mampu melakukan apapun yang menarik baginya.Cepat memberikan solusi dan cepat membantu orang yang punya masalah. Sering mengandalkan kemampuannya untuk improvisasi daripada menyiapkannya dulu. Sering menemukan alasan yang menarik untuk meyakinkan orang lain tentang apa yang diinginkannya.
ENTP
Gesit, inovatif, baik dalam banyak hal. Menstimulasi orang lain, waspada dan banyak bicara. Bisa berargumentasi untuk senang-senang saja tanpa merasa bersalah. Punya banyak cara untuk memecahkan masalah dan tantangan, namun bisa mengabaikan tugas2 rutin. Cenderung untuk melakukan hal baru yang menarik hati setelah melakukan sesuatu yang lain. Terampil untuk menemukan alasan yang tepat tentang apa yang diinginkannya.
ESTJ
Praktis, realistis, berpegang pada fakta, dengan dorongan alamiah untuk bisnis dan mekanistis. Tidak tertarik pada subject yang tidak berguna baginya, tapi dapat menyesuaikan diri jika diperlukan. Senang mengorganisir sesuatu, Bisa menjadi administrator yang baik jika mereka ingat untuk memperhatikan perasaan dan perspektif orang lain.
ESFJ
Hati yang hangat, banyak bicara, populer, punya hati nurani kuat, dilahirkan untuk bekerjasama dan anggota kelompok yang aktif. Membutuhkan keseimbangan dan baik dalam menciptakan hal itu. Selalu melakukan sesuatu yang manis bagi orang lain. Kerja dengan baik dalam situasi yang mendukung dan memujinya. Minat utamanya ada dalam bidang2 yang secara langsung atau jelas mempengaruhi hidup orang lain.
ENFJ
Responsif dan bertanggung jawab. Pada umumnya peduli pada apa kata orang atau apa yang orang lain inginkan dan cenderung melakukan sesuatu dengan memperhatikan perasaan orang lain. Bisa menyajikan proposal atau memimpin diskusi dengan cepat dan taktis. Pandai bergaul, populer, simpatik. Responsif pada kritik dan pujian.
ENTJ
Jujur dan terus terang, kuat kemauannya, menjadi pempimpin dalam kegiatan2. Biasanya baik dalam kegiatan2 yang membutuhkan pembicaraan intelektual seperti public speaking. Biasanya cepat mendapat informasi dan menikmati informasi tsb karena kesukaannya membaca. Bisa tampil lebih positif dan percaya diri daripada pengalaman mereka sendiri di area yang membutuhkan keyakinannya.
sumber: www.konselingindonesia.com

pelajaran berharga dari tunanetra

Ini adalah kisah dua orang pria yang sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita penyakit yang mengharuskannya duduk dekat jendela disamping tempat tidurnya selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya dan untuk menormalkan jantungnya karena denyutnya sangat lemah.

http://cintasiramarama.com/wp-content/uploads/2011/07/Panel-Windows-with-Different-Lengths-Formed-by-the-Wall-Leading-to-the-Scenery-475x341.jpg

Sedangkan pria yang lain harus berbaring. Pria ini sering uring-uringan, bahkan tak jarang membentak anggota keluarga yang menjaga dan perawat yang memeriksanya. Tak jarang pula pria yang satu ini berteriak di malam hari (mungkin karena kesakitan) sehingga mengganggu pasien yang lainnya.

Suatu hari di sore yang cerah, seperti biasa pria yang berada dekat jendela ini duduk sambil melihat keluar jendela.

Sambil tersenyum dan dengan wajah gembira dia menggumam, "Senang sekali ya seandainya aku bisa berjalan-jalan setiap sore di taman itu, tentunya aku tidak ingin kembali di tempat ini lagi." gumamnya sambil tetap terlihat tersenyum.

Melihat hal itu pria satunya yang berada di sebelah tempat tidurnya berkata dengan rasa penasaran, "Apa yang kau lihat di luar sana, kawan?"

"Sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah." jelas pria yang duduk

Setiap sore ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria yang hanya bisa berbaring merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan begitu detil sehingga membuat pria yang berbaring membayangkan semua keindahan pemandangan itu.

Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya pun semakin bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas.

Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, seorang perawat mendapati pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya.

Pria yang kedua merasa begitu kehilangan seorang teman yang mengisi hari-harinya. Begitu penasarannya dengan apa yang diceritakan oleh sang kawan hingga ia meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu.

Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu.

Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah . . . Tembok Kosong!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu.

Dari perawat itulah dia menyadari bahwa rekannya yang sudah meninggal ternyata seorang Tuna Netra yang terserang penyakit parah dan kronis

 
Hikmah :

Kata yang penuh semangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita.

Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, akan selalu lebih baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal.

Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Sumber :
situslakalaka.blogspot.com

anak inspirasi

Ketika aku masih muda dan bebas berhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia, seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah. Maka cita-cita itu pun agak kupersempit, lalu ku putuskan untuk hanya mengubah negriku namun tampaknya, hasrat itupun tiada hasilnya.
Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah keluargaku, orang yang paling dekat denganku. tetapi celakanya, merekapun tidak mau diubah! dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba ku sadari:
“Andaikan yang pertama -tama kuubah adalah Diriku,
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku.
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku pun mampu memperbaiki Negriku
Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia!”
Sebuah kisah teladan dari negeri China
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.
Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27
Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian
ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia
membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan ijeksi/suntikan kepada pasiennya.
Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da,
Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab
apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun
tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup
untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta
sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg
istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.
Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.

motivasi

Artikel Motivasi
diri sendiri dan tantangan “Miskin dan kaya adalah nasib ” ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.
Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan kaya dari “sononya”, maka usaha apa pun, bahkan kerja “seenaknya” bisa menjadikan kita sukses dan kaya.
Mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah (hanya lulusan SMA/SMP/bahkan SD) maka spontan yang timbul di benak kita; kita sulit maju, sulit sukses dan kaya.
Dengan persepsi seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup “ala kadarnya” atau sekedar hidup. Jika mitos ini dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa , yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.
Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas, mau kerja keras, ulet, siap belajar, dan berjuang, maka akan terbuka kemungkinan-kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya! Seperti pepatah dalam bahasa Inggris “character is destiny”, kharakter adalah nasib.
Tidak peduli bagaimana Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!
Seperti kata-kata mutiara yang saya tulis; Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.
Hancurkan mitos “miskin adalah nasib saya!”
Bangun karakter dan mental sukses!!!
Karena kita adalah penentu masa depan kita sendiri!
Majikan bagi nasib kita sendiri!
Sekali lagi, coh che chi ming yuin tek cu ren. Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri.
Demikian dari saya Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Success is my right
Salam sukses luar biasa!!

Sahabat, maaf sebelumnya kalau pernah ada yang baca tentang Bai Fang Li. Seorang yang istimewa. Istimewa bukan karena dudukan dan harta, istimewa bukan karena kemewahan dan jabatannya. Namun istimewa karena apa yang ada di hatinya, yaitu kedermawanan.
Tentu kita kenal dengan Oprah Winfrey. Jika dia menyumbang ratusan dan ribuan dolar, tentu kita kagum namun tidaklah terkejut. Mungkin juga rajanya microsoft, Bill Gates yang mendermakan jutaan dolar, kita juga barangkali menganggap hal hebat yang biasa saja. Namun saat kita diperlihatkan kedermawanan dari orang yang dalam kesusahan, itu adalah hal yang tentunya mengetuk hati kita. Berikut adalah  cerita tentang Bai Fang Li. File ini telah ada di komputer saya sejak lama. Tidak ada salahnya saya bagikan kepada sahabat..
————–
BAI FANG LI adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.
Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.
Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.
Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.
Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, diruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, diruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Di pojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang.
Bai Fang Li tinggal sendirian digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong.Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.
Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.
Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.
Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.
Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.
“Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya….” jawab anak itu.
“Orang tuamu dimana…?” tanya Bai Fang Li.
“Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…” sahut anak itu.
Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.
Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.
Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.
Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.
Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang.
Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.
“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.
Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.
Bai Fang Li berkata, “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan……” katanya dengan sendu.  Semua guru di sekolah itu menangis……..
Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 ( setara 470  juta rupiah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.
Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan ” Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa”.
sumber www.resensi net.com

orang tua terbaik di dunia

Awalnya aku iri padamu kawan. Aku iri pada semua anak di dunia yang memiki orang tua yang menyangi anaknya dan selalu ada waktu untuk keluarganya. Bisa mengobrol dangan ayah itu pasti asyik. Atau bisa curhat pada ibu juga pasti lebih melegakan daripada curhat kepada teman. Tetapi tidak dengan orangtuaku. Ya, orangtuaku. Mereka adalah manusia super sibuk. Ibuku setiap pagi harus pergi mengajar anak anak lain sepertiku, dan pulang di siang hari. Dan malamnya ia pakai untuk mengerjakan tugas tugasnya sebagai guru, memeriksa tugas dan ulangan mereka. Dan sisa waktu luangnya ia gunakan untuk meregangkan otot ototnya.
Tidakkah ia ingat denganku yang masih remaja dan membutuhkan perhatian lebih? Aku ini remaja labil kawan, sedikit di sentuh langsung terjatuh. Aku butuh ibu yang bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Dan yang lebih menyakitkan bagiku adalah ketika aku melihat ibuku sedang mengajar anak anak sepertiku, ia terlihat begitu perhatian kepada anak anak itu. Tetapi tidak denganku. Ya , tidak denganku.
Terlebih lagi ayahku, ia lebih sibuk dari ibuku. Ia terkadang pergi di pagi buta dan pulang malam hari. Atau terkadang pulang sore hari atau siang hari, atau … ah sudahlah tak akan kutuliskan jadwal keseharian ayahku karena aku pun tidak mengerti dengan jadwal ayahku yang tidak tentu itu. Mengingat pekerjaanya sebagai salah satu orang yang berwenang di perusahaannya dan tidak memiliki waktu yang mengikat, dan mengingat perannya yang cukup penting di masyarakat membuatnya harus selalu menyediakan waktu untuk masyarakatnya. Lalu sisa waktu luangnya di rumah ia gunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Maka di rumah ia hanya duduk di depan laptop hitamnya atau tidur untuk meregangkan otot ototnya. Ketika aku mencoba mengobrol dengannya, iya hanya menjawab “hmm” lalu beberapa saat diam, lalu berkata “tadi bilang apa?’ lalu sibuk mengetik dan manatap layar kaca laptopnya.
Kawan, sakali lagi kukatakan padamu, aku ini remaja labil. Aku butuh seorang lelaki yang bisa membuat aku tertawa dan melupakan tumpukkan tugas dan pr dari sekolahku untuk beberapa saat.
Ya, aku iri padamu kawan. Sampai suatu saat ketika sebentar lagi umurku akan merubah statusku. Dari remaja menjadi dewasa. Sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesis. Kira kira berapa umurku saat itu? Yap. 16 tahun kawan.
Saat itu, saat aku berusia 16 tahun. aku bicara dengan ayah dan ibuku. Kali ini kami saling menatap wajah, aku mengobrol banyak hal pada mereka. Aku tanyakan semua pertanyaan yang selalu kupendam selama ini. Rasanya nyaman kawan. Nyaman sekali rasanya bisa mengobrol dengan ayah dan ibu, tetapi, walaupun aku senang, saat itu aku melihat wajah ayah dan ibuku dengan seksama. Kau tau kawan? Mata mereka kini tidak lagi cerah seperti dulu, matanya menyiratkan kelelahan, kulit mereka tidak lagi segar, kini mulai tumbuh keriput keriput kecil di sisi mata kanan dan kirinya.
Ya Allah, saat itu aku berpikir… apakah wajah kelelahan itu untukku? Ya kawan, semuanya untukku. Setiap hari mereka berjuang untukku, berjuang agar aku bisa sekolah dan menabung untuk uang kuliahku. Dan karena aku tidak menyadari semua itu, aku biarkan ayahku mengambil rapor sekolahku dengan nilaiku yang tidak memuaskan. Tapi apa katanya kawan? “tak apa apa nak, masih ada semester depan, belajarlah yang rajin ya” ya, itulah yang ia katakan. Ia selalu memotivasiku.
Maka pantaskah aku berharap untuk dibuat tertawa oleh mereka? Pantaskah aku jejali hari hari melelahkan mereka dengan cerita ceritaku yang membosankan? Seharusnya aku yang membuat mereka bahagia dan membuat mereka tertawa. Ya, aku seharusnya berpikir lebih dewasa. Ayah, ibu, maafkan aku.
Dan detik itu juga kawan, aku tidak berpikir bahwa aku iri padamu, tapi aku bangga karena aku punya orangtua terbaik di dunia.
sumber.www.resensi net.com

ringkasan sybil

Ringkasan Kisah Sybil

06
Juni
Sybil Isabel Dorsett, merupakan seorang gadis yang terlahir sebagai anak dari pasangan Willard Dorsett dan Hattie Anderson. Sybil lahir di Willow Coners, Wisconsin pada tanggal 20 Januari 1923. Ia melewatkan 18 tahun pertamanya di tempat tersebut. Sebelum Sybil lahir, ibunya Hattie, pernah keguguran sebanyak empat kali dalam kurun waktu 13 tahun pertama dari perkawinan Hattie dan Willard. Dari peristiwa tersebut Hattie dan Willard mulai berpikir bahwa mereka tidak akan mempunyai anak. Namun tidak ada yang sadar bahwa kejadian kegugurannya Hattie sebanyak empat kali tersebut membawa dampak pengaruh faktor kejiwaan terhadap diri Hattie. Ia mulai merasa ragu-ragu untuk memiliki anak, ia suka merawat anak orang lain bahkan ia pernah bergurau bahwa ia ingin mencuri bayi dari seorang ibu. Pada waktu Sybil masih dalam kandungan ibunya, ayahnya Willard merasa takut bahwa bayi ini tidak akan lahir kedunia maka Willard menyuruh Hattie melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Bahwa Hattie tidak boleh menunjukan dirinya kepada masyarakat selama ia mengandung. Pada waktu Sybil dilahirkan bobot tubuhnya hanya 2,7 kilogram, karena malu dengan bobot tubuh anaknya yang begitu kecil maka Willard menambahkan bobot anaknya tersebut, ditambah 1,5 ons lagi ketika ia mengumumkan kelahiran putrinya tersebut. Willard memberikan nama Sybil Isabel kepada anaknya tersebut, nama itu hanya akan digunakan apabila betul-betul perlu. Sedangkan sang ibu Hattie memanggil putrinya tersebut dengan panggilan nama Peggy Lousiana, yang kemudian sering disingkat dengan nama Peggy Lou, Peggy Ann atau hanya Peggy. Ketika Sybil dilahirkan, ibunya tidak pernah mau mengurus Sybil, sehingga yang mengurus Sybil adalah neneknya Mary Dorsett dan ayahnya Willard. Sedangkan ibu Sybil hanya bersentuhan atau mau mengurus Sybil ketika ia harus menyusui Sybil saja, selebihnya Sybil dirawat oleh neneknya. Itulah mengapa Sybil lebih merasa dekat dan nyaman ketika ia berada di dekat neneknya dibandingkan orang tuanya. Ketika neneknya meninggal Sybillah yang paling sedih namun ia tidak dapat menangis setetespun. Ia merasa bahwa cintanya kini telah dikubur dalam-dalam, karena baginya cinta adalah neneknya.
Tempat Sybil di lahirkan yaitu di Willow Corners, merupaka tempat yang memiliki banyak gereja dari berbagai aliran, dan dengan penganut yang fanatik. Gila agama sungguh-sungguh merajalela disana dan walaupun dalam ucapan mereka selalu menghargai hak-hak pribadi namun dalam kelakuan mereka sering kali kejam. Hal itu juga yang terjadi pada diri ayahnya yang merupakan penganuta agama fabatik. Sedangkan perilaku kakeknya yang fanatik terhadap agama dan histeria. Sedangkan ibunya Sybil yaitu Hattie Anderson, yang mempunyai gejala catatonia dari penyakit schizophrenia. Tidak tahu sejak kapan penyakit itu sudah ada pada Hattie. Tetapi keluarga Hattie juga ada yang menderita schizophrenia, ada juga yang mempunyai kepribadian majemuk/ ganda.
Sybil Isabel Dorsett, merupak seorang gadis yang memiliki kepribadian majemuk yang disebabkan oleh masa lalunya yang banyak dibayangi oleh perlakuan yang tidak seharusnya di terima oleh seorang anak kecil. Hal ini dapat terungkap ketika Sybil bertemu dengan Dr. Cornelia B. Wilbur pada tanggal 10 Agustus yang di sarankan oleh Dr. Hall. Namun proses terapi yang dilakukan oleh Sybil dengan Dr. Willbur berlangsung hanya sebentar karena ibunya Sybil berbohong pada putrinya bahwa ia telah memberitahukan Dr. Willbur bahwa Sybil sakit dan tidak dapat bertemu dengannya. Pada hal percakapan tersebut tidak pernah di beritahukan kepada Dr. Willbur. Ketika Sybil mengetahui hal tersebut dari ibunya, bahwa ibunya telah membohonginya sehingga terapi tersebut terputus. Dan ketika ia berusaha menghubungi Dr. Willbur kembali ternyata Dr. Willbur telah pindah dari ohama untuk selama-lamanya.
Hingga pada akhirnya pada tahun 1948 Hattie, ibu Sybil meninggal dan ia mencoba untuk bekerja tapi pertarungan dengan 'waktu yang hilang' terus sampai akhirnya, pada tahun 1954, ia mendengar Dr Wilbur di New York dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke New York.
Disana ia bertemu dengan Dr. Willbur, dan iapun mulai bercerita tentang keluhannya tersebut. Bahwa ia selalu merasa lupa akan waktu, banyak waktu yang telah hilang. Dan ketika ia sadar, ia lupa apa saja yang dilakukannya dan apa saja yang telah terjadi. Ia merasa telah kehilangan 'waktu' dimana dia tidak bisa mengingat mengapa ia telah berakhir di suatu tempat tertentu atau mengapa ada sebuah 'gaun' di lemari. Ketika Dr. Willbur mendengarkan semua yang dikeluhkan oleh Sybil maka ia dapat mendiagnosa bahwa Sybil menderita fugue. Fugue merupakan penyakit 'lupa' yang lebih parah dari dissociative amnesia. Penderita bukan hanya menjadi amnesia, tapi juga tiba2 meninggalkan rumah maupun pekerjaannya, dan kemudian 'membentuk' identitas baru. orang ini bisa aja mengambil nama baru, rumah baru, pekerjaan baru, bahkan kepribadian baru. penyakit ini biasanya terjadi setelah orang itu mengalami tekanan yang hebat, misalnya pertengkaran keluarga, kesulitan dalam pekerjaan, peperangan, atau musibah alam. biasanya penyakit ini bisa sembuh total, dan waktu penyembuhannya bisa sangat bervariasi. dan setelah sembuh, orang ini tidak ingat apa yang terjadi selama dia mengalami fugue.
Selain itu juga dapat terungkapnya kepribadian majemuk yang terdapat pada diri Sybil. Kepribadian pertama yaitu Peggy Lou Baldwin muncul pada tahun 1926. Peggy mempunyai badan yang persegi, potongan rambut bermodel Belanda dan hitam lurus, mukanya bulat, hidung pesek, mata biru cerah, dan senyuman nakal. Berbeda dengan Sybil yang mempunyai tubuh yang kurus, doyong, rambut cokelat muda dan terurai, wajahnya yang berbentuk hati, mata abu-abu dan ekspresi yang serius. Peggy dan Sybil sangat berbeda, peggy yang tenang dan mudah bekerja sama, sangat senang bicara tentang dirinya sendiri. Peggy tidak suka berada di tengah-tengah keramaian orang-orang seorang diri. Peggy senang dengan barang-barang mahal, namun ia tahu bahwa ia tidak dapat membelinya karena takut Sybil pasti akan mengacaukannya. Peggy seperti orang dewasa yang kekanak-kanakkan yang terlalu cepat tua, tidak peduli diri sendiri, tidak cepat tersinggung, tapi bisa cepat marah.Sedangkan, Sybil suka berbicara berputar-putar, takut mengungkap perasaan dan kebenaran. Sybil memiliki beberapa ketakutan diantaranya, ia takut berdekatan dengan orang ramai, takut musik, takut pada tangan. Peggy Lou sebagai pertahanan Sybil melawan kemarahan dan Peggy Ann sebagai pertahanan melawan ketakutan. Peggy Lou suka menggambar dalam hitam putih. Peggy Lou dan Peggy Ann yang belum direalisasi mencerminkan kemarahan Sybil dan takut terhadap ibunya kasar. Apa yang membangkitkan Peggy Lou marah, justru membuat Peggy Ann takut. Tetapi mereka berdua sama-sama pejuang. Kalau Peggy Lou sudah memutuskan sesuatu, maka ia akan melakukannya secara membabi-buta. Peggy Ann juga berbuat macam-macam tetapi ia lebih taktis.
Victoria Antoinette Scharleau atau Vicky, merupakan kepribadian yang lainnya lagi yang ada didalam diri Sybil. Ia muncul saat Sybil berumur tiga setengah tahun samapi sebelas tahun. Victoria Antoinette Scharleau, merupakan wanita dengan gerak anggun, suara manis, dengan pilihan kata yang tak ada celanya. Ia serba sempurna juga hangat , dan bersahabat. Vicky muncul kedunia dan mengambil namanya dari tokoh khayalan yang diciptakan Sybil dalam fantasi sebagai anak-anak dalam tokoh gadis yang cerdas dan tidak penakut, percaya diri, berani, dan kebal terhadap pengaruh dari luar yang mengganggu Sybil. Vicky mengaku berasala dari Perancis, dan kedua orang tuanya pun tinggal di Perancis, ia sekarang berada di sini karena ia ingin membantu Sybil dan kepribadian-kepribadian yang lainnya. Kelebihan Vicky yang lainnya adalah kemampuannya dalam bergaul dengan orang-orang. Ia menyukai mereka dan tahu bagaimana caranya berteman dengan orang-orang tersebut. Ia juga mengatakan bahwa ia tahu segalanya. Sehingga Dr. Willbur pun sepakat bahwa ia dapat meminta pertolongan Vicky sewaktu-waktu untuk membantunnya mengungkapkan kepribadian yang lainnya yang ada dalam tubuh Sybil.
Kepribadian yang berikutnya mulai muncul adalah Mary Lucinda Sanders Dorsett muncul pada tahun 1934, saat Sybil kelas 6 (berumur 10 tahun). Namanya diperoleh dari neneknya. Karena ia sangat mencintai dan menyayangi neneknya. Pada saat neneknya meninggal Sybil tidak dapat menangis, sehingga Mary mengambil alih dan menangis terus di pemakaman dan rumahnya. Dia seorang yang lembut, rendah dan suram, dan penuh pertimbangan. Dia menyukai pekerjaan rumah tangga, membaca, mendengar musik, sedikit melukis, dan suka menulis sajak. Ia melakukan semua masalah rumah tangga. Menurutnya sajak dapat mengurangi rasa sakit. Mary seseorang yang gendut, keibuan yang bertipe nyonya tua kecil, tidak bergaya.
Pada suatu ketika Dr. Willbur memutuskan untuk menjadi teman dari pribadi-pribadi yang lainnya juga untuk dapat mengungkap semua pribadi yang terdapat dalam tubuh Sybil. Maka Dr. Willbur pun mengajak Sybil untuk berekreasi ke Connecticut pada suatu hari minggu dalam musim Cherry. Awalnya Sybil menolak dengan berbagai alasan, namun akhirnya Dr. Willbur dapat meyakinkan Sybil untuk ikut pergi. Namun Sybil mengatakan kepada Dr. Willbur bahwa ia harus sudah kembali kerumah pukul 04.00 sore, namun lebih baiknya lagi kalau pukul 03.00 sudah pulang, karena “ia banyak pekerjaan” alasan yang sebenarnya adalah karena ia takut berada diluar lebih dari pukul 04.00, ia akan menunjukan gangguan emosional, jemu dan ketakutan yang sering muncul pada senja hari. Ia takut bahwa dirinya akan terpecah.
Kemudian pribadi yang muncul adalah Marcia Lynn Dorsett. Marcia Lynn Dorsett yang kurang ajar, angkuh, berwajah seperti perisai bermata abu-abu dan berambut coklat, ia mengamati setiap langkah dari perjalanan Sybil dan Dr. Willbur.
Vanessa Gail Dorsett muncul pada tahun 1935, saat Sybil berumur 12 tahun. Vanessa Gail merupakan teman karib dari Marcia Lynn Dorsett. Ia berbicara dalam aksen inggris. Vanessa yang tinggi langsing, berbentuk tubuh seperti pohon willow, berambut berwarna gelap, dan bermata coklat muda dan berwajah lonjong penuh perasaan. Vanessa lebih energik, bersikap gagah, dan mendramatisir segala sesuatu, yang tidak dimiliki Marcia atau pribadi-pribadi lainnya.
Ruthie adalah seorang bayi, mungkin berumur tiga setengah tahun dan tidak tahu sejak kapan ia datang ke kehidupan Sybil. Ruthie yang selalu melihat adegan primer yang dilakukan orangtuanya. Namun diantara saksi bisu yang lain, Ruthielah yang paling berang. Maka ia bekerja sama dengan Sybil untuk menentang terang-terangan apa yang telah dilakukan oleh orang tuanya.
Bersembunyi di dalam juga dua kepribadian laki-laki, tukang kayu, Mike dan Sid, yang telah diambil pada ciri-ciri ayah Sybil Willard, dan dirinya Kakek tirani. Sid muncul pada tahun 1928. Dia berkulit cerah, berambut hitam dan bermata biru. Mike muncul pada tahun yang sama dengan Sid. Mike berkulit gelap, berambut hitam, dan bermata cokelat. Mike lebih agresif, sedangkan Sid lebih berhati-hati.
Marjorie bertubuh kecil, berambut pirang, warna kulit biasa saja, dan berhidung pesek. Marjorie adalah seorang periang dan cepat tertawa. Helen berambut cokelat muda, bermata merah tua, berhidung mancung, dan berbibir tipis. Helen sangat ketakutan. Sybil Ann berkulit pucat, dan bertubuh kurus, dan rambut pirang keabu-abuan, bermata kelabu, berwajah lonjong, dan hidung mancung. Sybil Ann mempunyai kepribadian yang rapuh karena jarang makan dan hanya sedikit tertarik pada lingkungan. Ketika ia melukis, lukisannya selalu menghasilkan gambar-gambar suram tentang tokoh-tokoh yang kesepian dengan wajah tertutup.
Pribadi yang muncul dari diri Sybil, yaitu Clara adalah pribadi yang menganggap bahwa agama sangat penting dan tidak pernah mempunyai ibu. Kemudian bersembunyi di dalamnya juga ada pribadi yang di beri nama Nancy Lou Baldwin. Nancy Lou Baldwin adalah seseorang yang selalu timbul ketakutan, membebaskan diri dari tanggung jawab. Setelah itu yang muncul akhir adalah The Blonde yang ternyata sudah ada dan hidup dalam tubuh Sybil selama 19 tahun. The Blonde adalah gadis yang dicita-citakan Sybil. Dia sudah remaja sementara pribadi-pribadi yang lain masih anak-anak dan The Blonde tidak memikul beban trauma masa kanak-kanak.
Kepribadian Sybil dapat terpecah karena adanya penyiksaan secara fisik dan seksual terahadap dirinya yang dilakukan secara keji oleh ibunya sendiri. Ibunya Hattie, pernah memaksa Sybil untuk meminum segelas penuh susu yang mengandung magnesia. Yang mengakibatkan Sybil kejang-kejang yang sangat parah, kemudian ibunya akan mengangkatnya kemudian menaruh Sybil di kakinya. Lalu mulut Sybil juga sering sekali diikat handuk oleh ibunya agar tangisan Sybil tidak terdengar oleh neneknya. Hattie juga dengan tega memasukan benda-benda kedalam vagina putrinya secara paksa, seperti lampu baterai, botol kosong kecil, kotak perak kecil, gagang pisau makan, pisau perak kecil, gesper. Kadang ia juga memasukan jarinya sendiri, sambil memandikan putrinya. Sehingga selaput darah putrinya sudah rusak ketika ia masih kecil, dan vaginanya penuh luka. Hingga suatu ketika, ia berumur 20 tahun, Sybil memeriksakan dirinya kedokter dan diketahui bahwa ia tidak dapat memiliki anak karena luka dalam yang dialaminya dan juga karena vaginanya yang tersayat-sayat. Selain penyiksaan itu, Sybil juga pernah di hokum oleh ibunya dengan ditampar dan memukulnya hingga jatuh ke tanah. Hattie juga pernah melempar Sybil dari suatu sisi di ruangan ke ruangan lain, hingga tulang bahu Sybil copot, ibunya juga pernah memukul leher putrinya dengan tangannya sampai keras hingga leher Sybil retak,dll. Karena Sybil tidak mampu menanggung semua bebannya tersebut, maka ia menekan semuanya hingga munculah pribadi-pribadi yang lainnya. Kepribadian Sybil menjadi terpecah.
Ini adalah tugas Dr Wilbur untuk mencoba dan menggabungkan kepribadian ini terpisah menjadi satu Sybil baru. Dengan cara mendekatkan Sybil kepada pribadi-pribadi lainnya sehingga meringankan perasaan kosong. Akhirnya, Dr.Wilbur menggunakan psikoanalisis untuk menyatukan kepribadian-kepribadian Sybil. Setelah meyatu dengan pribadi-pribadinya, Sybil sudah dapat mengingat masa lampau yang dulu telah hilang. Sekarang Sybil sudah memulai dengan masa barunya. Butuh sebelas tahun, tapi akhirnya, setelah tiga sesi seminggu dan ayah mendukung, sebuah Sybil baru muncul. Sybil menyadari mimpinya untuk menjadi seorang dosen dan seniman dan menulis Dr Wilbur pada tahun 1969, setelah satu tahun tidak ada 'waktu yang hilang' yang akhirnya dia tidak takut dan mampu hidup penuh. Dr Wilbur terus untuk mendiagnosa dan mengobati tujuh kasus lain dari kepribadian ganda.
sumber.snowtiwi.com

sybil

UlasanUlasanUlasanUlasanSYBIL | Film Kisah Nyata 1 Perempuan dengan 16 KepribadianJan 4, '11 11:04 AM
untuk semuanya
Kategori:Film
Jenisdrama

Para penggila buku pasti pernah baca buku 'Sybil', perempuan dengan 16 kepribadian yang ditulis oleh Flora Rheta Schreiber (1918 – 1988), mantan wartawan asal Amerika yang jadi penulis buku laris 'Sybil'.

Kisah nyata ini diambil dari tokoh bernama Shirley Ardell Mason (1923 – 1998), wanita asal Dodge Center, Minnesota, Amerika yang masa kecilnya mengalami penyiksaan berat oleh ibu kandungnya sendiri, Martha Alice Hageman dalam sebuah lingkungan keluarga ortodoks.

Sang ibu berbuat begitu karena menginginkan anaknya tumbuh kuat dan berdisiplin, setiap melakukan kesalahan Shirley disiksa oleh ibunya hingga ketika besar tumbuh menjadi pribadi yang tercerai-berai, bayangan masa lalunya membuat Shirley mengalami Multiply Personality Disorder di kehidupan dewasanya.

Flora Rheta Schreiber menulis kisah nyata Shirley Ardell Mason dengan mengganti namanya menjadi Sybil, ini untuk pertimbangan masalah etika, di mana dalam buku tersebut Shirley yang ditangani oleh dokter kejiwaan bernama Cornelia B. Wilbur memang seperti itu dalam kenyataannya, persis seperti yang tercatat dalam buku berwujud novel biografi.

Buku yang diterbitkan pertama kali tahun 1973, laris manis di pasaran hingga diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Di Indonesia buku ini agak terlambat diterjemahkan karena baru muncul tahun 1987, diterjemahkan oleh Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, dosen yang juga mantan dekan Fakultas Psikologi UI, diterbitkan oleh penerbit Sinar Harapan.

Dari buku merangsek ke film. Di Amerika ketika buku ini jadi best seller, di tahun 1976 dibikin film televisinya untuk NBC dengan judul yang sama, diperankan Sally Field sebagai Sybil, dan Joanne Woodward sebagai Dr. Wilbur.

Di tahun 1977 film Sybil mendapat 4 penghargaan Emmy Awards untuk kategori:
  • Outstanding Lead Actress (Sally Field as Sybil) in a Drama or Comedy Special
  • Outstanding Achievement in Music Composition for a Special (Dramatic Underscore)
  • Outstanding Special - Drama or Comedy
  • Outstanding Writing in a Special Program - Drama or Comedy - Adaptation
Ya, ini memang film lama, film tahun 1976 tapi cerita unik tentang Multiply Personality Disorder atau Dissociative Identity Disorder selalu menarik dan akan ada di setiap jaman.

Dalam buku dan film berdasarkan kisah nyatanya Shirley Ardell Mason, Sybil memecah kepribadian dalam dirinya menjadi 16 karakter, yakni:
  1. Sybil Isabel Dorsett (1923), sebagai karakter utama.
  2. Victoria Antoinette Scharleau (1926), dijuluki Vicky, memiliki karakter percaya diri dan elegan.
  3. Peggy Lou Baldwin (1926), memiliki karakter tegas, antusias, namun pemarah.
  4. Peggy Ann Baldwin (1926), rekan dari Peggy Lou tetapi lebih penakut dan tidak tegas, bentukan kembaran karakter dari Peggy Lou, karenanya bernama Peggy Ann.
  5. Mary Lucinda Saunders Dorsett (1933), memiliki karakter yang senang tinggal di rumah, perenung dan kontemplatif.
  6. Marcia Lynn Dorsett (1927), seorang penulis dan pelukis yang sangat emosional.
  7. Vanessa Gail Dorsett (1935) memiliki intensitas karakter yang sangat dramatis
  8. Mike Dorsett (1928), satu dari dua sisi diri Sybil yang laki-laki, seorang tukang bangunan dan tukang kayu.
  9. Sid Dorsett (1928), karakter kedua dari dua sisi Sybil yang laki-laki, seorang tukang kayu dan pengrajin.
  10. Nancy Lou Ann Baldwin (waktu pembentukan karakternya tidak diketahui), karakter yang tertarik dalam bidang politik sebagai bentukan dari keyakinannya akan kepercayaan Katolik Roma.
  11. Sybil Ann Dorsett (1928), memiliki karakter yang lemah dalam titik neurasthenia (gangguan psikologis yang ditandai dengan kelelahan kronis dan kelemahan, kehilangan memori, dan sakit umum dan nyeri, sebelumnya diperkirakan akibat dari kelelahan sistem saraf)
  12. Ruthie Dorsett (waktu pembentukan karakternya tidak diketahui), memiliki karakter bayi dari salah satu dirinya yang kurang berkembang
  13. Clara Dorsett (waktu pembentukan karakternya tidak diketahui), memiliki karakter sangat religius dan sangat kritis
  14. Helen Dorsett (1929), memiliki karakter yang sangat penakut tapi selalu berusaha untuk maju.
  15. Marjorie Dorsett (1928), memiliki karakter yang tenang, periang, dan senang tertawa
  16. The Blonde (1946), seorang remaja abadi tanpa nama dengan pandangan hidup yang selalu optimis.
Tak perlu bingung bila Sybil punya 16 kepribadian yang bertentangan dan bertolak belakang satu sama lain, William Stanley Milligan (1955 – sekarang) atau yang lebih dikenal dengan nama Billy Milligan malah memiliki 24 kepribadian.

Bila karakter kepribadian Sybil tidak terlalu membahayakan orang lain hanya terlihat aneh saja di mata orang normal, karakter Billy justru sangat berbahaya bagi orang lain. Tahun 1975 ia diadili di pengadilan distrik Ohio karena melakukan banyak tindakan pidana berat seperti perampokan bersenjata dan kasus 3 pemerkosaan di Ohio State University. Selama dalam persidangan, ia diperiksa oleh dokter kejiwaan Dr Willis C. Driscoll dan dinyatakan bebas bersyarat karena menderita Multiply Personality Disorder.

Kisah nyata Billy juga diangkat jadi buku berjudul 'The Minds of Billy Milligan', terbit tahun 1988, ditulis oleh Daniels Keyes dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Di Indonesia agak terlambat beredar, diterjemahkan oleh Miriasti dan Meda Satrio, terbit dalam judul '24 Wajah Billy' oleh penerbit Qanita tahun 1995. Buku yang lumayan tebal, 700 halaman.

Untuk temen-temen yang penasaran seperti apa film Sybil, perempuan dengan 16 kepribadian, film produksi tahun 1976 yang meski lawas tapi tetap menarik untuk ditonton, berikut ada link-nya yang bisa diunduh gratis. Film bagus sayang-sayang bila dilewatkan.

http://www.megaupload.com/?d=UOSJOA0D
http://www.megaupload.com/?d=CON1MK2A
http://www.megaupload.com/?d=WQWOQ8AS
http://www.megaupload.com/?d=UTK6JGGI
http://www.megaupload.com/?d=31PYM4SD
http://www.megaupload.com/?d=OWZVY42W
http://www.megaupload.com/?d=X67FIYSH

Total besar file 2.14 GB, masing-masing file unduhan besarnya 305 MB. Jangan lupa, setelah semuanya selesai diunduh, digabung dengan program HJSplit, programnya yang bisa diunduh di link ini.

http://hjsplit.en.softonic.com/download

HJSplit penggabungnya, program yang kecil ukuran filenya sekitar 500 KB aja dan yang paling penting program ini gratis...
sumber luqmanhakim.com